Senin, 19 Oktober 2015

KONSTIPASI


Stomach illness

konstipasi

Konstipasi adalah kondisi tidak bisa buang air besar secara teratur atau tidak bisa sama sekali. Jika mengalaminya, Anda biasanya akan mengalami gejala-gejala tertentu. Misalnya tinja Anda menjadi keras dan padat dengan ukuran sangat besar atau sangat kecil.
Tingkat keseriusan penyakit ini berbeda-beda pada tiap penderita. Ada orang yang mengalami konstipasi untuk waktu singkat, tapi ada juga yang bisa mengalaminya dalam jangka panjang atau kronis. Konstipasi jangka panjang biasanya menyebabkan rasa sakit dan rasa ketidaknyamanan yang bisa memengaruhi rutinitas sehari-hari.

Beberapa Penyebab Konstipasi

Konstipasi adalah penyakit yang sangat umum. Penyakit ini dua kali lebih banyak dialami wanita daripada pria, terutama pada masa kehamilan. Konstipasi juga lebih sering terjadi pada manula.
Penyebab konstipasi pada seseorang bisa lebih dari satu. Ada beberapa faktor pemicu yang bisa memengaruhinya. Misalnya kurang minum, kurang konsumsi serat, perubahan pola makan serta kebiasaan mengabaikan keinginan untuk buang air besar. Selain gaya hidup yang kurang sehat, konstipasi juga dapat disebabkan oleh efek samping obat-obatan tertentu dan kondisi mental seperti kecemasan dan depresi.
Sedangkan pada anak-anak, pola makan yang buruk, rasa cemas saat menggunakan toilet, dan masalah saat latihan menggunakan toilet bisa menjadi penyebab konstipasi.

Langkah Pengobatan Konstipasi

Perubahan pola makan dan gaya hidup dianjurkan sebagai penanganan pertama untuk mengobati konstipasi. Langkah penanganan ini meliputi:
  • Meningkatkan konsumsi serat per hari secara bertahap.
  • Banyak minum air putih.
  • Lebih sering berolahraga.
Jika perubahan sederhana pada pola makan dan gaya hidup tidak bisa membantu, sebaiknya Anda menemui dokter. Setelah mendiagnosis kondisi Anda, dokter biasanya akan memberikan obat pencahar untuk melancarkan proses buang air besar. Langkah ini pada umumnya efektif, tapi tubuh Anda membutuhkan waktu beberapa bulan untuk membiasakan diri dengan proses buang air besar secara rutin.
Obat pencahar sering dianjurkan untuk anak-anak dengan dibarengi perubahan pola makan dan gaya hidup. Karena itu, bawalah anak Anda ke dokter jika anak Anda mengalami konstipasi yang tidak kunjung sembuh.
Selain mengubah pola makan dan gaya hidup, Anda juga bisa mengurangi risiko terkena konstipasi dengan tidak mengabaikan keinginan untuk ke toilet dan mengatur jadwal buang air besar agar bisa dilakukan dengan leluasa dan nyaman.
Konstipasi jarang menyebabkan komplikasi. Tetapi jika dialami secara jangka panjang, konstipasi dapat menyebabkan hemoroid atau wasir, serta impaksi feses atau menumpuknya tinja kering dan keras di rektum. Anda juga sebaiknya menemui dokter jika mengalami:
  • Pendarahan di rektum.
  • Rasa lelah berkepanjangan.
  • Penurunan badan tanpa sebab yang jelas.
Gejala utama konstipasi adalah kesulitan buang air besar dan frekuensinya yang jarang dibandingkan saat masih dalam kondisi sehat. Anda juga mungkin harus mengejan saat buang air besar dan merasa prosesnya tidak tuntas. Tinja Anda bisa terlihat kering, keras, dan padat dengan ukuran besar atau sangat kecil. Gejala lain yang mungkin Anda alami saat konstipasi meliputi sakit dan kram perut, perut terasa kembung, mual dan tidak nafsu makan.
Konstipasi juga sering dialami oleh bayi dan anak-anak dengan gejala yang mirip dengan orang dewasa. Tetapi anak-anak dan bayi juga sering mengeluarkan bercak-bercak cairan di celana karena tinja yang menumpuk di rektum. Mereka juga cenderung terlihat lemas, rewel atau murung pada saat mengalami konstipasi.
Periksakan diri ke dokter jika selain mendapat gejala konstipasi, Anda mulai mengalami demam, muntah-muntah, penurunan berat badan, luka pada kulit sekitar sekitar anus atau jika terlihat darah saat buang air besar.

Penyebab Konstipasi

Pengaruh Gaya Hidup dan Psikologis

Ada beberapa faktor dalam gaya hidup sehari-hari yang dapat berperan besar sebagai penyebab konstipasi. Di antaranya:
  • Pola makan yang buruk, misalnya kurang mengonsumsi serat atau kurang minum.
  • Kurang aktif dan olahraga.
  • Mengabaikan keinginan untuk buang air besar.
  • Rasa tidak leluasa saat menggunakan toilet.
  • Kekurangan atau kelebihan berat badan.
  • Kecemasan atau depresi.

Gangguan pada Kolon dan Rektum

Konstipasi merupakan kondisi yang umumnya ringan dan dapat ditangani dengan mudah. Walau terhitung jarang, konstipasi bisa disebabkan oleh penyakit lain yang lebih serius.
Penyumbatan pada rektum
Penyumbatan ini dapat mengakibatkan penumpukan tinja dan biasanya disebabkan oleh:
Gangguan saraf di sekitar kolon dan usus besar
Kinerja otot-otot pada kolon dan rektum juga akan terpengaruh jika ada gangguan pada sistem saraf di sekitar bagian tersebut. Misalnya karena mengidap penyakit Parkinson, stroke, atau cedera pada saraf tulang belakang. Dengan terganggunya saraf pada otot yang ada pada dinding sistem pencernaan, otot usus tidak bisa berkontraksi dengan baik untuk mendorong kotoran keluar.

Pengaruh Penyakit Lain

Meski jarang terjadi, penyakit-penyakit yang memengaruhi hormon juga dapat menjadi penyebab konstipasi. Misalnya diabetes, kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme), atau kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme).

Efek Samping Obat-obatan Tertentu

Jika penyebabnya memang obat, konstipasi biasanya akan reda saat Anda berhenti meminum obat tersebut. Jenis-jenis obat yang terkadang dapat menyebabkan konstipasi adalah:

Konstipasi Pada Bayi dan Anak-anak

Bayi dan anak-anak sering mengalami konstipasi. Beberapa faktor yang dapat menyebabkannya adalah:
  • Pola makan yang buruk, misalnya bayi yang minum susu terlalu banyak atau anak-anak yang makan dengan porsi berlebihan, kurang minum air putih atau kurang asupan seratnya.
  • Sering menahan keinginan buang air besar, misalnya karena terlalu asyik bermain.
  • Merasa tertekan saat latihan menggunakan toilet, misalnya karena diajari terlalu dini atau karena orang tua yang terlalu sering menasihati.
  • Perubahan rutinitas, misalnya cemas karena hari pertama masuk sekolah.
  • Rasa cemas atau tidak nyaman saat menggunakan toilet.
  • Pengaruh gangguan lain, misalnya karena anus dan rektum bayi tidak terbentuk secara sempurna atau adanya gangguan pada sistem pencernaan.

Konstipasi dan Kehamilan

Konstipasi juga sering dialami oleh ibu hamil pada masa awal kehamilan karena tubuh mereka memproduksi lebih banyak hormon progesteron wanita. Peningkatan hormon yang berfungsi sebagai pelemas otot ini membuat otot usus sulit berkontraksi dan mendorong kotoran keluar.

Pengobatan Konstipasi

Langkah penanganan konstipasi bertujuan untuk melancarkan pencernaan agar pengidap dapat buang air besar secara teratur.Penanganan pertama untuk konstipasi yang sering dianjurkan adalah memperbaiki pola makan dan gaya hidup, terutama meningkatkan konsumsi serat.
Serat adalah bagian dari makanan yang tidak bisa diserap oleh tubuh sehingga dikeluarkan dalam bentuk kotoran. Serat banyak terkandung di dalam buah, sayur, dan sereal gandum. Tingkat kecukupan serat yang terkandung di dalam asupan makanan akan berdampak kepada kelancaran sistem pencernaan.
Selain itu, terdapat langkah-langkah lainnya untuk melancarkan sistem pencernaan tubuh, antara lain:
  • Memperbanyak konsumsi air putih.
  • Meningkatkan frekuensi olahraga, misalnya lari pagi atau sore tiap hari.
  • Tidak mengabaikan keinginan untuk buang air besar.
  • Coba letakkan lutut Anda pada posisi lebih tinggi dari pinggul pada saat buang air besar, misalnya dengan meletakkan kaki di bangku.

Penanganan dengan Obat Pencahar

Jika langkah penanganan awal kurang efektif, dokter biasanya akan menganjurkan penggunaan obat pencahar. Harap diingat bahwa selama menggunakan obat pencahar, Anda atau anak Anda dianjurkan untuk banyak minum air putih. Obat ini akan melancarkan proses buang air besar dan memiliki beberapa jenis.
  • Obat pencahar osmotik. Pencahar ini akan meningkatkan jumlah cairan dalam usus sehingga merangsang tubuh untuk melunakkan dan mendorong tinja. Contoh yang biasa diberikan oleh dokter adalah laktulosa dan macrogol.
  • Obat pencahar pembentuk tinja. Obat ini akan membuat tinja Anda menyerap cairan dan menjadi lunak sehingga dapat dikeluarkan dengan mudah. Oleh karena itu, penderita sebaiknya banyak minum air ketika menggunakan obat pencahar jenis ini. Sekam ispaghula dan metilselulosa adalah dua contoh pencahar pembentuk tinja yang sering diberikan oleh dokter.
  • Obat pencahar stimulan. Obat ini akan merangsang dan membantu otot yang melapisi saluran pencernaan untuk mendorong tinja dalam usus besar menuju anus. Pencahar stimulan diberikan jika tinja tetap sulit keluar, meski sudah lunak. Jenis yang sering diberikan adalah senna, bisacodyl dan sodium picosulphate.
Durasi penggunaan obat pencahar tergantung kepada tingkat keparahan konstipasi yang Anda alami. Jika mengalami konstipasi akibat obat atau penyakit lain, Anda mungkin harus mengonsumsi pencahar untuk waktu yang lebih lama seperti berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Dosisnya juga harus dikurangi secara bertahap dan satu demi satu jika Anda menggunakan kombinasi dari beberapa jenis obat pencahar.
Khusus bagi anak-anak yang mengalami konstipasi tingkat parah, dokter biasanya akan memberikan pencahar osmotik terlebih dulu sebelum pencahar stimulan jika dibutuhkan.
Obat pencahar juga dapat digunakan oleh ibu hamil karena sebagian besar obat ini tidak diserap oleh sistem pencernaan sehingga tidak akan berdampak pada janin. Pencahar yang aman untuk masa kehamilan adalah pencahar osmotik laktulosa dan macrogol. Jika keduanya tidak efektif, dokter akan menganjurkan bisacodyl atau senna (pencahar stimulan) dosis rendah. Tetapi senna tidak cocok untuk diminum pada masa kehamilan trimester ketiga karena sebagian obat ini akan terserap oleh sistem pencernaan.

Penanganan Konstipasi Pada Bayi

Langkah penanganan untuk bayi tergantung kepada apakah bayi Anda sudah mengonsumsi makanan padat atau belum.
Konstipasi pada bayi yang belum disapih atau belum mengonsumsi makanan padat dapat ditangani dengan memberikan air putih di sela-sela jadwal pemberian susu. Jika bayi Anda mengonsumsi susu formula, berikanlah sesuai takaran dan tidak perlu dikurangi. Gerakan kaki seperti mengayuh sepeda atau memijat perutnya dengan hati-hati mungkin bisa Anda lakukan untuk merangsang kontraksi ususnya.
Sedangkan penanganan konstipasi pada bayi yang sudah mengonsumsi makanan padat dapat dilakukan dengan memberinya air putih atau jus buah yang dicampurkan air. Jika memungkinkan, Anda juga bisa memberinya buah yang sudah dihaluskan atau dicincang. Buah-buahan yang cocok dikonsumsi bayi yang mengalami konstipasi antara lain anggur, apel, avokad, kiwi, pisang, mangga, stroberi dan pepaya.
Jika perubahan pola makan ini tidak efektif, dokter biasanya akan memberikan pencahar osmotik atau stimulan untuk mengatasi konstipasi.

Langkah Pengobatan untuk Impaksi Feses

Impaksi feses terjadi saat ada tinja keras dan kering yang menumpuk serta menyumbat rektum. Pengobatan untuk komplikasi ini biasanya dilakukan dengan mengombinasikan pencahar osmotik macrogol dosis tinggi dan pencahar stimulan.
Tetapi jika tubuh Anda tidak bereaksi terhadap pencahar ini, dokter akan memberikan enema kecil atau supositoria. Enema adalah obat cair yang disuntikkan ke dalam usus besar melalui anus. Docusate dan natrium sitrat bisa diberikan sebagai enema. Sedangkan supositoria adalah kapsul yang dimasukkan melalui anus. Obat ini akan larut secara bertahap, lalu terserap ke dalam aliran darah. Contohnya adalah bisacodyl.

Komplikasi

Konstipasi jarang menyebabkan komplikasi, kecuali Anda mengalaminya dalam jangka panjang atau kronis. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi adalah:
  • Hemoroid atau wasir – pembengkakan pembuluh darah di rektum bagian bawah dan anus yang biasanya disebabkan oleh proses mengejan yang terlalu lama. Pembuluh darah ini bisa pecah sehingga menyebabkan pendarahan.
  • Fisura pada anus. Mengejan terlalu lama, tinja yang keras atau besar dapat mengakibatkan fisura atau robeknya kulit pada dinding anus.
  • Impaksi feses – menumpuknya tinja yang kering dan keras di rektum akibat konstipasi yang berlarut-larut.
  • Prolaps rektumrektum jatuh dari posisinya di dalam tubuh dan mencuat keluar dari anus akibat terlalu lama mengejan.

Pencegahan Konstipasi

Terdapat beberapa langkah sederhana untuk menghindari konstipasi, antara lain:
  • Perbanyak konsumsi serat, misalnya dengan makan sayur, buah, beras merah, sereal gandum, biji-bijian, serta kacang-kacangan.
  • Perbanyaklah konsumsi cairan agar kotoran dalam usus selalu lunak.
  • Kurangi konsumsi minuman berkafein, minuman bersoda, dan minuman keras.
  • Tingkatkan frekuensi olahraga hingga setidaknya 2-3 jam dalam seminggu. Rutin berolahraga tidak hanya akan membantu menurunkan risiko konstipasi, tapi dapat mencegah terjadinya penyakit lain juga.
  • Jangan mengabaikan keinginan untuk buang air besar.
  • Mengatur kebiasaan buang air besar agar dapat dilakukan dengan leluasa dan nyaman.

DEMAM


Demam-Alodokter

 Demam

Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh berada di atas 37.5 derajat celsius. Infeksi ringan hingga parah bisa menyebabkan demam. Demam merupakan bagian dari proses kekebalan tubuh yang sedang melawan infeksi akibat virus, bakteri atau parasit. Selain itu, demam juga bisa terjadi ketika seseorang terlalu lama berada di bawah sinar  matahari atau karena penyakit seperti hipertiroidisme dan artritis.
Demam dianggap sangat tinggi dan berpotensi berbahaya jika suhu tubuh mencapai 39° celcius atau lebih. Suhu tubuh yang sangat tinggi menandakan terjadinya infeksi yang serius di dalam tubuh.
Demam sering kali akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Tapi untuk mengobati demam yang lebih parah, beberapa obat-obatan penurun panas bisa dibeli secara bebas di apotek. Baca aturan pakai dan ikuti dosis yang dianjurkan.
Gejala yang menyertai demam tergantung kepada penyebab demam itu sendiri. Berikut ini adalah contoh gejala yang bisa menyertai demam:
Pemeriksaan suhu tubuh yang paling tepat adalah menggunakan termometer. Jangan mengandalkan rabaan tangan untuk memastikan demam atau tidak. Demam belum tentu menjadi kondisi yang serius, tapi ada beberapa situasi yang memerlukan bantuan medis secepatnya. Berikut ini adalah gejala-gejala lain yang perlu diwaspadai:
  • Sakit kepala yang parah
  • Muntah-muntah secara terus-menerus
  • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya terang
  • Ruam yang muncul dan menyebar dengan cepat
  • Leher terasa kaku dan sakit saat menunduk
  • Sesak napas dan sakit di dada
  • Kejang-kejang
  • Sakit saat buang air kecil
  • Gerakan otot dan panca indera melemah
Tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering, makin jarang buang air kecil, detak jantung yang lebih cepat, dan tingkat kesadaran yang menurun.
Segera hubungi dokter atau ke rumah sakit jika Anda mengalami gejala-gejala di atas. Selain itu, jika demam Anda di atas 39.3° celcius  atau jika telah berlangsung selama lebih dari tiga hari, periksakan diri Anda ke dokter. Demam yang Anda alami bisa karena penyakit atau infeksi yang lebih serius.

Penyebab Demam

Suhu tubuh manusia dapat berubah-ubah. Suhu tubuh akan lebih rendah di pagi hari dan meningkat pada sore dan malam hari. Suhu tubuh rata-rata orang adalah 37° celcius. Pada umumnya, suhu tubuh yang normal berada di antara 36,5-37,5° celcius. Beberapa hal yang memengaruhi suhu tubuh adalah aktivitas olahraga dan siklus menstruasi.
Berikut ini adalah penyebab demam yang pada umumnya sering terjadi:

pengobatan Demam

Demam dengan suhu yang tidak terlalu tinggi dan tidak berlangsung lama biasanya tidak membutuhkan obat penurun demam. Tapi untuk mengatasi ketidaknyamanan tubuh, ada beberapa obat penurun demam yang dapat dibeli langsung di toko obat. Disarankan untuk menemui dokter jika suhu demam menjadi tinggi atau tidak membaik setelah tiga hari.
Berikut beberapa obat-obatan untuk mengatasi demam akibat infeksi:
  • Aspirin. Obat ini khusus untuk orang dewasa. Jangan diberikan pada anak-anak. Obat ini bisa memicu terjadinya sindrom Reye, yaitu penyakit yang bisa memengaruhi otak dan juga hati. Aspirin dapat dibeli tanpa memerlukan resep dokter.
  • Parasetamol dan ibuprofen. Orang yang mengalami demam bisa merasa tidak nyaman. Minum obat sesuai dosis dan aturan pakai atau sesuai anjuran dokter. Penggunaan parasetamol dalam jumlah banyak dan jangka panjang bisa merusak hati atau ginjal. Kedua obat ini bisa dibeli langsung di apotek.
  • Antibiotik. Obat ini diberikan sesuai resep dari dokter jika terdapat kecurigaan adanya infeksi bakteri yang menyebabkan demam, misalnya pneumonia.
  • Antivirus. Obat ini biasanya tidak diperlukan karena infeksi virus akan dilawan oleh kekebalan tubuh tubuh. Obat ini hanya diberikan jika risiko komplikasi pada penderita terhitung tinggi. Cara penanganan terbaik untuk sakit ringan yang disebabkan virus adalah dengan banyak minum air dan beristirahat dengan cukup.
Beberapa hal yang bisa Anda lakukan di rumah untuk membantu meredakan demam:
  • Istirahat cukup. Anda butuh beristirahat yang cukup untuk memulihkan diri dan membantu kekebalan tubuh. Terlalu banyak beraktivitas dapat meningkatkan suhu tubuh Anda.
  • Gunakan pakaian yang tipis dan berada di ruangan dengan udara yang sejuk.
  • Minum yang cukup untuk menghindari dehidrasi. Demam bisa menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan.
Komplikasi yang diakibatkan dari demam bisa berupa dehidrasi parah, halusinasi, dan juga kejang-kejang.

SARIAWAN


alodokter-sariawan

 Sariawan

Salah satu permasalahan mulut yang sering dialami banyak orang adalah sariawan. Penyakit ini yang disebabkan oleh jamur Candida albicans ini memang tidak menular, tapi sangat mengganggu.

Gejala-gejala Sariawan

Beberapa gejala sariawan yang kerap muncul adalah:
  • Luka berwarna putih yang biasa muncul di lidah atau dinding mulut.
  • Sensasi terbakar pada lidah.
  • Rasa sakit saat menelan.
  • Rasa tidak nyaman di dalam mulut.

Penyebab dan Faktor Pemicu Sariawan

Penyebab sariawan adalah jamur Candida albicans. Jamur ini biasanya memang berada di dalam mulut tapi dalam jumlah kecil. Peningkatan jumlah Candida albicans yang signifikan mengakibatkan sariawan. Beberapa faktor pemicu meningkatnya jumlah jamur tersebut adalah:
  • Kebersihan mulut yang tidak terjaga dengan baik.
  • Sistem kekebalan tubuh yang menurun.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, misalnya antibiotik atau kortikosteroid.
  • Penggunaan gigi palsu.

Langkah Pengobatan Sariawan

Penanganan sariawan yang umumnya dilakukan adalah dengan obat-obatan anti-jamur. Obat ini biasanya dapat digunakan dalam bentuk gel, krim, obat kumur, serta tablet.

Langkah Pencegahan Sariawan

Sariawan dapat dicegah dengan langkah mudah. Di antaranya adalah dengan menjaga kebersihan mulut (misalnya rajin sikat gigi dan berkumur), menjaga kebersihan gigi palsu yang digunakan, serta berhenti merokok. Selain itu, merawat dan memeriksakan kondisi mulut serta gigi secara teratur ke dokter gigi juga dapat membantu menurunkan risiko munculnya sariawan.


Gejala Sariawan

Pada awalnya, gejala sariawan biasanya tidak langsung terasa, tapi berkembang secara perlahan-lahan. Sariawan dapat menyebabkan beberapa gejala yang sangat mengganggu. Di antaranya:
  • Rasa tidak nyaman dalam mulut.
  • Luka berwarna putih yang biasa muncul di lidah atau dinding mulut.
  • Pendarahan ringan yang terjadi jika luka tergores.
  • Sensasi terbakar pada lidah.
  • Bagian dalam mulut dan tenggorokan memerah dan terasa perih.
  • Rasa sakit atau tidak nyaman saat menelan.
  • Kulit di bagian sudut mulut pecah-pecah atau kemerahan (khususnya pada pengguna gigi palsu).
  • Muncul stomatitis atau kemerahan dan rasa nyeri pada bagian mulut yang biasanya tertempel gigi palsu.
Jika sariawan Anda terasa sakit dan tidak kunjung sembuh, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Dokter biasanya akan mengambil sampel dari permukaan luka dengan cotton bud steril agar dapat memeriksa jenis mikroorganisme yang jadi penyebabnya. Dokter juga mungkin akan menganjurkan tes darah untuk mengecek kemungkinan adanya penyakit lain yang menjadi penyebab sariawan tersebut.

Penyebab Sariawan

Penyebab sariawan adalah jamur Candida albicans. Jamur ini biasanya memang berada di dalam mulut dalam jumlah kecil, tapi akan mengakibatkan sariawan jika pertumbuhannya menjadi tidak terkendali. Beberapa faktor pemicunya adalah:
  • Kebersihan mulut yang tidak terjaga dengan baik.
  • Sistem kekebalan tubuh yang menurun, misalnya pada penderita HIV atau pada orang yang sedang menjalani kemoterapi.
  • Penggunaan antibiotik.
  • Penggunaan kortikosteroid, misalnya pada penderita asma, artritis, serta kanker.
  • Penggunaan gigi palsu dengan ukuran tidak pas atau yang tidak dibersihkan secara teratur.
  • Penggunaan obat-obatan yang dapat menurunkan produksi air liur.
  • Menderita diabetes.
  • Kekurangan gizi, misalnya vitamin B atau zat besi.
  • Merokok.

Pengobatan Sariawan

Tujuan utama dalam pengobatan sariawan adalah untuk menghambat perkembangan jamur. Penyakit ini biasanya dapat diatasi dengan obat-obatan anti-jamur yang digunakan selama 1-2 minggu. Beberapa jenis obat anti-jamur yang biasanya dianjurkan adalah miconazole, nystatin, fluconazole, clotrimazole, serta econazole. Anda juga dapat menggunakan obat anti-jamur dalam bentuk gel, krim, obat kumur, dan tablet.
Semua obat pasti memiliki efek samping, termasuk obat anti-jamur. Beberapa efek sampingnya adalah diare, mual, sakit perut, gangguan pencernaan, dan sakit kepala.
Sedangkan bagi penderita sariawan yang disebabkan oleh penggunaan antibiotik atau kortikosteroid, dokter biasanya akan menyarankan perubahan dosis atau metode pemakaian obat.
Kurangi kebiasaan merokok dan senantiasa jagalah kebersihan gigi dan mulut Anda. Langkah-langkah ini dapat mempercepat proses pemulihan sariawan.

Pencegahan Sariawan

Sariawan dapat dicegah dengan langkah-langkah mudah. Di antaranya:
  • Menjaga kebersihan mulut (misalnya, rajin sikat gigi dan berkumur).
  • Merawat dan memeriksakan kondisi mulut serta gigi secara teratur ke dokter gigi.
  • Berhati-hati saat mengunyah sehingga lidah atau pipi bagian dalam tidak tergigit.
  • Membatasi konsumsi makanan dengan kadar gula yang tinggi.
  • Merawat serta menjaga kebersihan gigi palsu yang digunakan.
  • Berhenti merokok.
  • Membersihkan sela-sela gigi dengan dental floss atau benang gigi secara teratur.
Khusus bagi penderita asma yang memakai obat kortikosteroid melalui inhaler, Anda dianjurkan untuk selalu berkumur setelah menggunakannya.

DIARE


diare - Alodokter

Diare

Diare ditandai dengan encernya tinja yang dikeluarkan atau buang air besar (BAB) dengan frekuensi yang lebih sering dibandingkan dengan biasanya. Pada umumnya, diare terjadi akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Penderita diare di Indonesia

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di dalam masyarakat Indonesia. Pada tahun 2003, diare akibat kontaminasi bakteri merenggut sekitar 100.000 nyawa dan menjadi salah satu alasan utama perawatan inap di rumah sakit Indonesia.
Proporsi kematian akibat diare di Indonesia adalah sekitar 3,5%. Ini membuat diare menduduki peringkat ke 13 dalam penyebab kematian semua umur. Tetapi untuk bayi berumur antara 29 hari hingga 11 bulan, diare merupakan penyebab kematian pertama dengan persentase sebesar 31,4%. Sedangkan untuk balita berumur 1-4 tahun, 25% meninggal akibat diare yang berujung kepada dehidrasi.
Diare bisa berdampak fatal apabila penderita mengalami dehidrasi akibat kehilangan banyak cairan dari tubuh. Maka dari itu, walaupun umum, diare tidak seharusnya dianggap enteng.

Gejala diare pada orang dewasa dan anak-anak

Gejala diare tergantung kepada penyebab dan siapa yang mengalaminya, yakni orang dewasa atau anak-anak. Penderita diare ada yang hanya mengalami sakit perut singkat dengan tinja yang sedikit encer atau ada juga yang mengalami kram perut dengan tinja yang sangat encer. Pada kasus diare parah, kemungkinan penderitanya juga akan mengalami demam dan kram perut hebat.

Faktor penyebab diare secara umum

Penyebab diare pada orang dewasa dan anak-anak umumnya adalah infeksi usus. Infeksi usus sendiri terjadi karena mengonsumsi makanan atau minuman yang kotor dan terkontaminasi. Mikroorganisme yang sering menyebabkan infeksi usus adalah bakteri, parasit, dan virus seperti norovirus dan rotavirus.
Diare juga bisa timbul akibat faktor-faktor berikut ini:
  • Efek samping obat-obatan tertentu
  • Gelisah
  • Konsumsi alkohol dan kopi yang berlebihan

Cara-cara dalam mendiagnosis diare

Dalam mendiagnosis diare, dokter biasanya akan mencari tahu penyebabnya. Di antaranya adalah dengan meneliti sampel tinja, melakukan pemeriksaan rektum, atau bahkan pemeriksaan darah.

Seputar pengobatan diare

Jika parah, diare bisa berujung pada dehidrasi. Dehidrasi memiliki konsekuensi yang fatal dan berpotensi merenggut nyawa penderitanya terutama jika terjadi pada anak-anak. Hal ini karena ketahanan tubuh anak-anak terhadap dehidrasi jauh lebih kecil dibandingkan dengan pada orang dewasa. Maka dari itu orang tua disarankan untuk mewaspadai tanda-tanda dehidrasi pada anak dan penderita disarankan untuk meminum banyak cairan saat diare masih berlangsung.
Oralit bisa diminum untuk menghindari dehidrasi, tetapi konsultasikanlah pemakaiannya terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker, terutama jika Anda menderita penyakit tertentu, seperti penyakit jantung.
Obat anti-diare biasanya tidak terlalu dibutuhkan, kecuali bagi mereka yang memiliki aktivitas padat atau yang ingin bepergian jarak jauh. Salah satu obat anti-diare yang efektif dan cepat dalam menghentikan diare adalah loperamide. Namun loperamide tidak boleh diberikan kepada anak-anak.
Sebagian besar penderita diare sembuh setelah beberapa hari tanpa melakukan pengobatan. Pada orang-orang dewasa, diare biasanya sembuh setelah dua hingga empat hari, sedangkan pada anak-anak, diare biasanya berlangsung lebih lama, yakni antara lima hingga tujuh hari.

Saatnya memeriksakan diri ke dokter

Jika anak Anda mengalami diare yang parah, berkelanjutan, atau jika dia mulai menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, segera bawalah anak Anda ke dokter. Diare sebanyak enam kali atau lebih dalam jangka waktu 24 jam pada anak juga sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter.
Begitu juga dengan diare yang membuat kondisi tubuh Anda menurun drastis, harus dikonsultasikan kepada dokter, terlebih jika ada darah atau nanah pada tinja Anda.
Pemeriksaan tinja di laboratorium mungkin diperlukan untuk penelitian lebih jauh. Diare yang berlangsung lebih dari beberapa minggu pada orang dewasa bisa diakibatkan oleh sindrom iritasi usus, kanker usus, dan penyakit Crohn.

Cara untuk mencegah diare

Diare bukan saja berdampak pada si penderita, tapi juga berpotensi menyebar, terutama kepada anggota keluarganya. Oleh sebab itu diare sebaiknya dicegah mulai dari aspek kontak pertama hingga penyebarannya.
Berikut adalah langkah-langkah pencegahan terkena diare akibat kontaminasi:
  • Mencuci tangan sebelum makan
  • Menjauhi makanan yang kebersihannya diragukan dan tidak minum air keran
  • Memisahkan makanan yang mentah dari yang matang
  • Makan makanan yang dimasak dari bahan-bahan yang segar
  • Menyimpan makanan di kulkas dan tidak membiarkan makanan tertinggal di bawah paparan sinar matahari atau suhu ruangan
Jika Anda mengalami diare, Anda boleh mengambil langkah-langkah seperti berikut ini untuk mencegah diare menyebar kepada orang-orang di sekitar Anda:
  • Jika tinggal satu rumah, pastikan penderita menghindari penggunaan handuk atau peralatan makan yang sama dengan anggota rumah lainnya
  • Membersihkan toilet dengan disinfektan setiap setelah buang air besar
  • Tetap berada di rumah setidaknya 48 jam setelah periode diare yang terakhir
  • Mencuci tangan sehabis dari toilet atau sebelum makan dan menyiapkan makanan

Gejala Diare

Gejala diare tergantung kepada penyebab dan siapa yang mengalaminya. Ada yang hanya mengalami sakit perut singkat dengan tinja yang sedikit encer atau ada juga yang mengalami kram perut dengan tinja yang sangat encer. Biasanya diare jangka panjang membuat si penderita kerap merasa ingin buang air besar. Beberapa gejala diare lainnya adalah hilang nafsu makan, sakit kepala, dan mual yang disertai muntah.

Waktu yang tepat untuk berkonsultasi ke dokter

Jika bayi Anda mengalami diare selama enam kali atau lebih dalam satu hari, sebaiknya Anda segera memeriksakannya ke dokter. Anak-anak sebaiknya diperiksakan ke dokter jika diare yang dialami juga disertai muntah, darah pada tinja, menceret-menceret yang parah, buang air besar hingga enam kali atau lebih dalam jangka 24 jam, dan diare berlangsung lebih dari dua minggu. Diare pada anak-anak umumnya pulih dalam 5-7 hari.
Sedangkan untuk orang dewasa, pemeriksaan dokter harus segera dilakukan jika mereka mengalami:
  • Diare disertai muntah-muntah
  • Diare dengan darah pada tinja
  • Pendarahan pada anus
  • Menceret-menceret yang parah sehingga berisiko dehidrasi
  • Diare selama lebih dari satu minggu (pada umumnya diare pulih dalam 2-4 hari)
  • Diare pada malam hari hingga mengganggu tidur
  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Baru saja mengkonsumsi antibiotik
  • Diare setelah menjalani perawatan di rumah sakit

Dehidrasi sebagai dampak dari diare

Diare yang parah atau yang berkelanjutan dapat menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi tidak boleh dianggap enteng karena dapat berakibat kepada kematian.
Pada anak-anak, gejala dehidrasi bisa meliputi rewel atau cepat mengantuk dan kondisi tubuh yang semakin menurun. Selain itu jarang buang air kecil, kaki dan tangan yang terasa dingin, serta kulit pucat dan berbintik, bisa mengindikasikan dehidrasi juga. Orang tua disarankan untuk mewaspadai gejala-gejala dehidrasi pada anak mereka.
Sedangkan pada orang dewasa, gejala dehidrasi meliputi hilangnya nafsu makan, mual dan pusing, kelelahan atau kurang tenaga, serta pening ketika berdiri. Selain itu jantung berdebar, kram otot, mata cekung, serta lidah kering bisa mengindikasikan terjadinya dehidrasi.

Penyebab Diare

Umumnya tinja yang encer ketika diare disebabkan oleh cairan yang berlebihan disekresi oleh usus atau sebaliknya, yaitu ketika usus tidak bisa menyerap cairan.

Mengenai diare jangka pendek

Pada umumnya, diare merupakan gejala infeksi usus atau gastroenteritis yang terjadi akibat mengkonsumsi makanan atau minuman yang kotor. Organisme penyebabnya antara lain:
  • Bakteri, seperti campylobacter, Clostridum difficile, Escherichia coli, salmonella, serta shigella. Semua bakteri ini menyebabkan keracunan makanan.
  • Virus, seperti rotavirus dan norovirus
  • Parasit, seperti giardia intestinalis
Kendati begitu beberapa hal lainnya bisa menjadi penyebab diare jangka pendek. Diantaranya adalah alergi makanan, gelisah, terlalu banyak minum kopi atau alkohol, kerusakan pada lapisan usus akibat radioterapi, serta radang usus buntu.

Diare akibat efek samping obat

Beberapa obat memiliki efek samping yang dapat menyebabkan diare. Obat-obatan tersebut diantaranya adalah:
  • Statin atau obat penurun kolesterol
  • Beberapa obat yang digunakan dalam kemoterapi
  • Obat pencahar
  • Antibiotik
  • Obat antasida yang mengandung magnesium
  • Selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI)
  • Obat anti inflamasi non steroid (AINS)
Informasi yang terdapat pada kemasan obat biasanya akan menyatakan apakah diare menjadi salah satu efek samping dari pemakaian obat tersebut.

Mengenai diare jangka panjang

Pada diare jangka panjang, ada beberapa hal yang bisa menjadi faktor penyebab. Kadang-kadang diare seperti ini terjadi setelah seseorang melakukan gastrectomy atau operasi untuk menghilangkan bagian perut sebagai pengobatan kanker perut. Selain itu, diare ini juga bisa muncul setelah seseorang melakukan bedah briatrik atau operasi penurunan berat badan yang dilakukan untuk menangani obesitas.
Penyebab diare jangka panjang yang lebih umum adalah:
  • Sindrom iritasi usus atau terganggunya fungsi normal usus
  • Penyakit coeliac atau penyakit yang menyebabkan tubuh menolak protein gluren
  • Penyakit Crohn atau radang pada lapisan sistem pencernaan
  • Kolitis ulseratif atau suatu kondisi yang memengaruhi usus besar
  • Kolitis mikroskopik atau sejenis penyakit radang usus yang menyebabkan diare encer
  • Fibrosis kistik atau penyakit turunan yang memengaruhi paru-paru dan sistem pencernaan
  • Kanker usus
  • Radang pankreas kronis

Pengobatan Diare

Pada anak-anak, gejala diare biasanya akan hilang dalam waktu lima hingga tujuh hari atau di bawah dua minggu. Sedangkan pada orang dewasa, diare biasanya sembuh dalam dua hingga empat hari. Sistem kekebalan tubuh manusialah yang akan melawan infeksi penyebab diare secara alami. Walau demikian, diare bisa berlangsung lebih lama tergantung penyebabnya. Misalnya:
  • Diare yang disebabkan oleh bakteri campylobacter dan salmonella biasa berlangsung selama 2-7 hari
  • Diare yang disebabkan norovirus biasa berlangsung sekitar 2 hari
  • Diare yang disebabkan rotavirus biasa berlangsung 3-8 hari
  • Diare yang disebabkan giardasis biasa berlangsung beberapa minggu
Meski diare bisa sembuh dengan sendirinya, Anda dapat meringankan gejalanya dengan mengikuti beberapa saran. Saran ini juga berlaku bagi penderita diare yang sedang hamil atau menyusui.

Meningkatkan konsumsi cairan

Minum cairan secara cukup sangat penting untuk menghindari dehidrasi, terutama pada bayi dan anak-anak. Anda atau anak Anda disarankan untuk minum beberapa teguk cairan sesering mungkin meski mengalami gejala muntah. Sedikit cairan lebih baik daripada tidak sama sekali. Hindarilah jus buah dan minuman bersoda karena dapat memperparah kondisi diare, terutama pada anak.
Jika anak Anda menunjukkan tanda dehidrasi seperti jarang buang air kecil, kulit pucat atau berbintik, kondisi tubuh yang menurun drastis, kaki dan tangan yang terasa dingin, serta rewel dan lekas mengantuk, Anda disarankan untuk segera mengunjungi dokter.
Faktor-faktor di bawah ini membuat seorang anak lebih berisiko mengalami dehidrasi:
  • Mengalami lebih dari enam kali diare dalam satu hari
  • Muntah lebih dari dua kali dalam sehari
  • Berhenti menyusu secara tiba-tiba
  • Berumur kurang dari satu tahun, terutama jika berumurdi bawah enam bulan
  • Berumur kurang dari dua tahun dengan berat badan di bawah rata-rata saat lahir
Tetap berikan bayi Anda susu atau makan secara normal meski mereka mengalami diare. Ketika menyusui, tingkatkan asupan cairan untuk tubuh Anda agar persediaan ASI selalu terjaga.
Pemberian cairan oralit bisa diberikan pada bayi jika mereka mengalami dehidrasi. Namun ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum memberikan cairan tersebut.

Mengatasi diare dengan cairan oralit

Bagi mereka yang rentan dehidrasi, biasanya dokter akan menyarankan penggunaan oralit. Penderita diare yang disarankan minum oralit adalah mereka yang memiliki masalah kesehatan yang serius seperti penyakit jantung, yang lemah, dan yang berusia enam puluh tahun atau lebih.
Oralit mudah larut dalam air dan berfungsi untuk menggantikan garam, glukosa, dan mineral yang hilang dalam tubuh akibat diare. Oralit bisa dibeli di apotik-apotik tanpa menggunakan resep. Hindarilah penggunaan oralit buatan sendiri.
Jika anak Anda mengalami diare dan memiliki risiko dehidrasi, biasanya dokter akan menyarankan Anda memberi mereka oralit. Anda bisa melihat petunjuk atau takaran pemberian oralit yang tertera pada kemasannya. Takaran yang diberikan biasanya tergantung pada ukuran dan berat badan anak. Namun rekomendasi umum untuk pemberian oralit pada anak adalah satu sachet untuk setiap kali setelah ke toilet.
Perhatikan bahwa oralit sendiri tidak bisa menyembuhkan diare atau menanggulangi penyebabnya tetapi hanya berguna untuk mencegah dan memulihkan dehidrasi.

Makanan saat mengalami diare

Jika mengalami diare, pastikan Anda makan makanan padat setelah mampu untuk makan. Hal tersebut juga disarankan oleh para pakar kesehatan. Sebaiknya porsi makan Anda jangan terlalu besar dan hindari makanan yang terlalu berat, pedas, serta berlemak.
Jangan berikan makanan padat pada anak Anda jika mereka mengalami dehidrasi. Berikan mereka cukup cairan dan pastikan tanda-tanda dehdrasi berhenti. Setelah itu baru Anda bisa memberi mereka makan seperti biasanya. Jika anak Anda menolak untuk makan, berikan terus cairan sampai selera makan mereka kembali.

Mengatasi diare dengan obat-obatan

Obat-obatan anti diare untuk mengurangi gejala dan mempersingkat diare

Ada beberapa jenis obat anti diare, dan umumnya obat anti diare mampu mengurangi gejala, serta mempersingkat lamanya diare sebanyak  satu hari. Obat anti diare yang paling sering digunakan adalah loperamideObat ini terbukti efektif dan memilki efek samping yang sedikit. Loperamide mampu menjadikan kotoran Anda lebih padat dan mengurangi frekuensi buang air besar Anda.
Selain loperamide, obat yang sama efektifnya adalah racecadotril. Obat ini mampu mengurangi jumlah cairan yang dihasilkan oleh usus kecil. Umumnya obat anti diare dilarang untuk diberikan pada anak-anak. Namun racecadotril bisa diberikan pada anak usia di atas 3 tahun dengan dicampur oralit dan dengan dosis yang tepat.
Sejumlah obat anti diare bisa dibeli di apotik tanpa menggunakan resep dari dokter. Anda disarankan untuk membaca petunjuk pada kemasan agar tahu takaran dosis yang tepat dan tahu apakah obat tersebut cocok untuk Anda. Obat anti diare sebetulnya tidak diperlukan, kecuali Anda terdesak dengan aktivitas penting.
Jangan minum obat anti diare jika Anda sedang mengalami demam tinggi atau terdapat darah dan nanah pada tinja Anda. Segera periksakan diri ke dokter.

Obat-obatan pereda rasa sakit

Meski obat pereda rasa sakit tidak akan mengobati diare, namun Anda boleh minum paracetamol atau ibuprofen jika diare Anda disertai sakit kepala dan demam. Penggunaan ibuprofen dilarang bagi penderita asma dan bagi mereka yang memiliki penyakit lever atau ginjal. Anak-anak boleh mengkonsumsi parasetamol atau ibuprofen jika diperlukan. Untuk mengetahui apakah obat tersebut cocok untuk anak Anda, periksalah petunjuk pemakaian obat pada kemasannya. Aspirin tidak cocok untuk diberikan pada anak-anak di bawah 16 tahun.

Penggunaan antibiotik untuk diare

Antibiotik biasanya dianjurkan jika penyebab diare telah diketahui sebagai bakteri atau jika gejala diare yang terjadi sangat parah. Penderita diare disarankan untuk tidak mengkonsumsi antibiotik jika penyebabnya tidak diketahui pasti. Selain karena antibiotik bisa menimbulkan efek samping buruk, antibiotik juga tidak berpengaruh jika diarenya disebabkan oleh virus. Jika terlalu sering digunakan untuk penyakit yang ringan, efek positif antibiotik akan berkurang ketika nantinya digunakan untuk mengobati kondisi yang lebih serius. Antibiotik juga disarankan bagi mereka yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah dan rentan terhadap infeksi.

Penanganan oleh rumah sakit

Jika Anda atau anak Anda mengalami dehidrasi serius akibat diare, perawatan di rumah sakit akan dibutuhkan.

Pencegahan Diare

Pada dasarnya, pencegahan diare tergantung pada kedisiplinan seseorang dalam menjaga kebersihan makanan dan minuman. Perhatian khusus diperlukan dalam mengelola makanan dan minuman dari cara memasak sampai pada proses penyimpanan. Dengan demikian, kita dapat menghindari berkembangnya mikoorganisme seperti bakteri yang menyebabkan diare. Kesimpulannya, semakin tinggi standar kebersihan Anda, semakin kecil risiko Anda terkena diare.
Berikut adalah langkah-langkah pencegahan terkena diare akibat kontaminasi:
  • Mencuci tangan dengan sabun dan air hangat seperti sebelum makan, setelah memegang daging mentah, setelah menggunakan toilet, dan setelah bermain dengan binatang piaraan
  • Jagalah kebersihan kuku Anda terutama jika memiliki kuku yang panjang
  • Menjauhi makanan dan minuman yang kebersihannya diragukan
  • Tidak minum air keran
  • Menjaga kebersihan dapur dan kamar mandi
  • Memisahkan makanan yang mentah dari yang matang
  • Makan makanan yang dimasak dari bahan-bahan yang segar
  • Menyimpan makanan di kulkas dan tidak membiarkan makanan tertinggal di bawah paparan sinar matahari atau suhu ruangan.
  • Buang makanan dan minuman yang sudah kedaluarsa
Untuk mencegah penyebaran diare dari penderita kepada orang-orang di sekitarnya, Anda bisa melakukan hal-hal berikut:
  • Bersihkan selalu toilet dengan obat  pembasmi kuman setelah digunakan
  • Selalu cuci tangan sebelum makan atau menyiapkan makanan
  • Jangan beraktivitas dahulu sampai setidaknya dua hari setelah diare yang terakhir
  • Jika tinggal satu rumah, pastikan Anda menghindari penggunaan handuk atau peralatan makan yang sama dengan anggota keluarga di rumah
  • Hindarilah penggunaan kolam renang selama dua minggu setelah diare yang terakhir, jika penyebab diare berasal dari parasit cryptosporidium.
  • Masih banyak yang belum menyadari bagaimana diare bisa berakibat fatal terutama bagi anak-anak di Indonesia. Kebersihan diri dan makanan perlu diperhatikan demi mencegah terkena diare.

MAAG


sakit maag-alodokter

 Sakit Maag

Sakit maag atau yang dikenal juga sebagai dispepsia, merupakan salah satu masalah kesehatan yang tidak asing lagi di telinga. Kondisi ini terjadi berawal ketika radang terjadi pada dinding lambung bagian dalam. Radang lambung yang sering atau terus-menerus berlangsung membuat lapisan dinding lambung bagian dalam terkikis sehingga terbentuklah luka yang disebut tukak lambung. Rasa sakit seperti perih atau panas dari leher hingga bagian tengah perut, merupakan gejala umum dari sakit maag.
Sebenarnya ada kondisi serupa lainnya yang disebut tukak duodenum (bagian pertama dari usus halus), namun radang dan kemudian luka ini terjadi pada usus halus. Berbeda dengan radang pada lambung yang mana rasa perih muncul pada saat makan, rasa perih akibat radang atau luka pada usus halus muncul sekitar 2-3 jam setelah makan. Sakit maag dan tukak duodenum dikategorikan sebagai tukak peptikum.

Penyebab sakit maag

Penyebab utama sakit maag ada dua, yakni bakteri helicobacter pylori (H. pylori) dan penggunaan obat anti inflamasi non steroid (OAINS), seperti ibuprofen atau aspirin dalam waktu yang cukup panjang. Bakteri H. pylori merupakan bakteri yang dapat mengiritasi dan menyebabkan munculnya luka pada lambung atau usus bagian atas.

Penderita sakit maag di Indonesia

Di Indonesia, sakit maag merupakan kondisi kesehatan yang sangat umum dan bisa diderita siapa saja. Menurut data yang diperoleh dari International Data Base tahun 2004 saja, diperkirakan setidaknya 3 juta orang dari 238.452.952 total penduduk Indonesia menderita tukak lambung.

Sekilas mengenai pengobatan sakit maag

Sakit maag akan sembuh jika ditangani sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Penting untuk mengetahui dan mengatasi penyebab dasar maag karena kadang-kadang kondisi radang yang baru bisa kambuh kembali.
Obat yang biasanya disarankan untuk mengobati sakit maag adalah penghambat pompa proton (PPP) seperti lanzoprazole dan omeprazole. Obat ini mampu menurunkan kadar asam dalam sistem pencernaan sehingga memungkinkan radang untuk sembuh. Anda bisa menggunakan kombinasi antibiotik jika sakit maag disebabkan oleh bakteri H. pylori. Antibiotik dapat membasmi bakteri tersebut dan mencegah radang untuk kambuh.
Jika radang disebabkan oleh penggunaan OAINS seperti ibuprofen, maka hentikan dahulu penggunaan obat tersebut, lalu gunakan PPP untuk menyembuhkan radang. Namun jika yang menjadi penyebab radang adalah aspirin, terkadang konsumsinya tetap perlu diteruskan, tergantung alasan kenapa aspirin tersebut diresepkan sebelumnya oleh dokter. Penanganan dari dokter akan disesuaikan dengan kondisi pasien.

Sekilas mengenai komplikasi sakit maag

Komplikasi akibat sakit maag sebenarnya jarang terjadi dan diperkirakan hanya dialami dua dari seratus orang. Meski begitu, sakit maag berpeluang menyebabkan kondisi yang serius seperti:
  • Obstruksi lambung atau radang yang menghalangi laju makanan melalui sistem pencernaan.
  • Perforasi atau robeknya lapisan lambung di titik radang.
  • Pendarahan di titik radang.
Meski jarang memakan korban jiwa, namun komplikasi di atas dianggap sebagai keadaan darurat medis. Mereka yang paling berisiko terkena komplikasi sakit maag fatal adalah yang usianya sudah di atas 70 tahun.

Saat yang tepat untuk mengunjungi dokter

Jika merasakan sakit maag, Anda disarankan untuk selalu memeriksakan diri ke dokter. Terlebih lagi jika Anda mengalami gejala seperti muntah darah, mengeluarkan tinja berwarna hitam, serta merasakan nyeri tajam yang muncul secara tiba-tiba dan makin buruk di daerah perut, sebaiknya Anda segera ke rumah sakit atau hubungi dokter. Dikhawatirkan gejala-gejala tersebut merupakan tanda adanya komplikasi, seperti pendarahan dalam.

Gejala Sakit Maag

Bagi penderita sakit maag, nyeri bisa saja mulai langsung terasa setelah makan. Sedangkan bagi penderita tukak duodenum atau radang usus halus, biasanya nyeri akan terasa dua hingga tiga jam setelah makan. Karena itu sering kali penderita kondisi ini terbangun di malam hari karena gejalanya yang kambuh.
Nyeri seperti perih dan ngilu atau sensasi panas pada bagian perut selama beberapa menit atau bahkan jam merupakan gejala sakit maag yang paling umum. Gejala tersebut juga bisa terasa dari leher hingga daerah pusar dan bahkan punggung. Nyeri sakit maag berasal dari radang atau luka pada dinding dalam lambung yang terpapar zat asam.
Namun sering kali gejala khas dari sakit maag tidak terasa ketika kondisi tersebut sedang kambuh. Bahkan sakit maag kadang-kadang tidak menimbulkan nyeri sama sekali. Ini berarti, seorang penderita sakit maag bisa saja terkena komplikasi (misalnya pendarahan)  tanpa merasakan nyeri pada sebelumnya.
Selain gejala umum di atas, ada juga gejala sakit maag yang lebih kurang umum. Di antaranya adalah mual, hilang nafsu makan, perut panas, dan gangguan pencernaan (beberapa penderita bahkan susah mencerna makanan berlemak).

Waktu yang tepat untuk memeriksakan diri ke dokter

Saat ini banyak obat yang dijual di apotik tanpa resep dokter, yaitu obat yang dapat meredakan gejala secara sementara. Namun obat-obatan bebas tersebut tidak mampu mengobati penyebab yang mendasari sakit maag. Sebaiknya selalu periksakan diri Anda ke dokter jika merasakan sakit maag yang terus muncul.
Sakit maag bisa berkembang menjadi komplikasi serius, maka gejalanya pun akan menjadi serius. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala-gejala seperti berikut ini.
  • Mengeluarkan tinja berwarna hitam.
  • Nyeri tajam pada bagian perut yang datang secara tiba-tiba dan makin buruk.
  • Muntah darah, yaitu darah berwarna merah cerah atau cokelat gelap seperti ampas kopi.

Penyebab Sakit Maag

Untuk mencerna makanan, lambung menghasilkan zat asam. Meski zat asam merupakan sesuatu yang penting dalam proses pencernaan, namun zat ini juga dapat menyebabkan radang dan kemudian luka pada permukaan lambung yang dikenal sebagai tukak. Untuk mengantisipasinya, lambung melapisi permukaannya dengan lendir.
Umumnya tukak lambung disebabkan oleh obat-obatan inflamasi non steroid (OAINS) atau bakteri H. pylori. Bakteri H. pylori dan OAINS dapat merusak pertahanan lambung (lendir) terhadap asam.
Meski kadar asam yang dihasilkan pada sebagian besar penderita tukak lambung tidak terlalu tinggi, namun zat asam tersebut tetap harus dihambat agar radang bisa sembuh. Setelah radang sembuh, barulah penyebabnya dicari dan diatasi untuk mencegah sakit maag kambuh.

Bakteri H. pylori

H. pylori merupakan singkatan dari Helicobacter pylori. Sakit maag akibat bakteri ini sudah sangat umum. Meski begitu kadang-kadang infeksi yang diakibatkan oleh bakteri ini tidak selalu menimbulkan gejala signifikan sehingga ada beberapa penderita yang tidak sadar bahwa dirinya telah terinfeksi.
Belum diketahui pasti kenapa sebagian orang rentan terhadap infeksi H. pylori, sementara sebagian lainnya tidak. Jauhilah merokok karena dianggap dapat meningkatkan kerentanan seseorang terhadap bakteri ini.
Sakit maag juga merupakan kondisi yang dapat menurun dalam keluarga. Faktor genetika membuat sejumlah orang lebih sensitif terhadap H. pylori.

Obat anti inflamasi non steroid (OAINS)

Pada umunya OAINS digunakan sebagai pereda sakit, panas dan radang. Contoh-contoh OAINS yang umum digunakan adalah naproxen, aspirin, ibuprofen, dan diclofenac. Selain guna OAINS yang disebutkan sebelumnya, aspirin juga digunakan untuk mencegah pengumpalan darah yang menyebabkan stroke dan serangan jantung.
Jika penggunaan OAINS membuat Anda berisiko terkena sakit maag atau dapat memperparah sakit maag, maka disarankan untuk tidak menggunakannya. Ada obat pereda rasa sakit lainnya yang biasanya disarankan oleh dokter, seperti misalnya parasetamol.
Tetapi, jika risiko tidak menggunakan OAINS lebih besar daripada risiko sakit maag (contohnya seperti risiko serangan jantung), maka dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk tetap menggunakannya. Namun OAINS yang disarankan umumnya adalah aspirin dengan dosis rendah. Setelah itu penggunaan aspirin biasanya akan dokter kombinasikan dengan obat penghambat pompa proton (PPP) untuk mengurangi asam lambung dan mencegah risiko komplikasi akibat sakit maag.

Pengobatan Sakit Maag

Pengobatan yang dilakukan tergantung kepada penyebab sakit maag tersebut, apakah infeksi bakteri H. pylori ataukah obat anti inflamasi nonsteroid (OAINS), atau bahkan keduanya. Disarankan untuk menggunakan antibiotik jika sakit maag Anda disebabkan oleh H. pylori.
Jika menurut diagnosis ternyata sakit maag Anda bukan disebabkan oleh H. pylori, melainkan oleh OAINS, maka biasanya dokter akan meresepkan obat penghambat pompa proton (PPP). Selanjutnya dokter akan meninjau penggunaan OAINS dan jika perlu, obat tersebut akan diganti oleh alternatif lain seperti misalnya parasetamol. Selain obat PPP, antagonis reseptor H2 juga bisa digunakan.
Untuk sakit maag yang disebabkan oleh kombinasi  H. pylori serta OAINS, maka penanganannya pun harus berlipat ganda. Biasanya dokter akan meresepkan obat PPP untuk digunakan selama beberapa minggu, serta antibiotik.

Penanganan sakit maag akibat H.pylori dengan terapi eradikasi

Dalam terapi ini, dua dari tiga antibiotik yang berbeda, serta satu jenis obat penghambat pompa proton (PPP), dikombinasikan secara bersamaan. Minum satu jenis antibiotik saja belum cukup untuk membunuh bakteri.
Antibiotik yang umum dipakai dalam terapi eradikasi adalah metronidazole, clarithromycin, dan amoxicillin. Pastikan Anda mengikuti aturan pakainya dan sadar akan efek samping ringan dari obat-obatan tersebut.
Biasanya pada minggu keempat setelah terapi eradikasi, pasien akan diperiksa kembali untuk memastikan tidak ada lagi bakteri H. pylori di dalam perutnya. Jika ternyata masih ada, biasanya dokter akan menyarankan pasien untuk meneruskan terapi eradiksi, namun kali ini dengan penggunaan antibiotik yang berbeda.

Penanganan sakit maag dengan obat penghambat pompa proton (PPP)

Obat ini bekerja dengan cara menghambat kinerja protein penghasil asam lambung yang disebut pompa proton. Dengan berkurangnya kadar asam, maka secara otomatis kerusakan lebih lanjut pada dinding lambung bisa dicegah dan penyembuhan bisa berlangsung secara alami.
Contoh obat PPP yang sering digunakan untuk mengatasi sakit maag adalah lansoprazole dan omeprazole. Kedua obat ini memiliki efek samping, namun masih tergolong ringan dan akan hilang setelah pengobatan selesai. Pastikan Anda mengikuti aturan pemakaiannya agar dapat mendatangkan hasil yang efektif.

Penanganan sakit maag dengan antagonis reseptor H2

Obat ini bekerja dengan cara menghambat kinerja sebuah protein yang mampu merangsang produksi asam. Protein ini dikenal sebagai histamin. Contoh obat antagonis reseptor H2 yang sering digunakan untuk mengobati sakit maag adalah ranitidin. Ikutilah aturan pemakaiannya dan bacalah kemungkinan efek samping obat ini.

Penanganan sakit maag dengan alginat dan antasida

Seluruh obat-obatan di atas baru terasa reaksinya setelah beberapa jam. Karena itu, untuk meredakan gejala dengan cepat, dokter biasanya akan meresepkan obat tambahan, di antaranya:
  • Alginat. Obat ini mampu membentuk lapisan pelindung pada dinding lambung. Disarankan untuk minum obat ini setelah makan.
  • Antasida. Obat ini mampu menetralisir asam lambung dengan cepat. Anda bisa minum obat ini ketika merasakan gejala sakit maag muncul atau sebagai pencegahan, Anda bisa meminumnya setelah makan atau sebelum tidur.
Anda bisa membeli kedua jenis obat tersebut di apotik tanpa perlu resep dokter. Mintalah bantuan pada apoteker untuk memilih jenis obat yang sesuai dengan kondisi Anda. Tapi perhatikanlah untuk tidak meminum alginat atau antasida dalam kurun waktu satu jam setelah Anda minum obat penghambat pompa proton (PPP) atau ranitidine. Ini karena kinerja PPP atau ranitidine bisa terganggu.
Jika Anda tidak ingin minum kedua obat tersebut karena khawatir dengan efek sampingnya, Anda bisa menggantinya dengan makan buah pisang. Pisang diyakini dapat secara efektif melindungi lambung dari asam dan meredakan gejala sakit maag.

Kapan penggunaan obat anti inflamasi non steroid (OAINS) ditinjau

Dokter akan meninjau penggunaan obat-obatan OAINS jika sakit maag pasien disebabkan oleh obat itu sendiri. Dokter bisa menyarankan penggunaan obat pereda sakit jenis lain yang bisa digunakan untuk mengganti OAINS.
Bagi pasien yang sedang menggunakan aspirin dosis rendah untuk menurunkan risiko penggumpalan darah, dokter biasanya melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum memutuskan apakah harus diteruskan atau tidak. Pada sebagian besar kasus yang serupa, penggunaan aspirin ada yang tetap diteruskan dan ada juga yang dihentikan selama beberapa hari.
Agar aspirin tetap aman digunakan, dokter bisa memberi obat penghambat pompa proton (PPP). PPP dapat mencegah radang lebih lanjut. Jika dokter atau pasien merasa bahwa OAINS mutlak diperlukan, maka dokter akan meresepkan PPP atau obat antagonis reseptor H2 untuk digunakan dalam jangka panjang.
Penting untuk memahami risiko terkait penggunaan OAINS secara terus-menerus. Risiko tersebut bisa berupa sakit maag yang kembali kambuh atau bahkan komplikasi serius seperti pendarahan dalam.